Sisi Laut Pangandaran: Ketika Mentari, Ombak, dan Rindu Bertemu di Hari Lebaran
Di ufuk timur, mentari Pangandaran bangkit
dari peraduan malam, menabur cahaya keemasan di bibir pantai.
Ia setia menyapa setiap wisatawan yang pulang kampung saat lebaran, seolah memberi restu pada perjalanan panjang yang melelahkan. Deburan ombak datang silih berganti, membisik salam, mengajak siapa saja untuk menenggelamkan lelah dalam lukisan laut biru yang tak pernah lekang ditelan waktu.
Pangandaran memang tak pernah membosankan.
Ia menyiksa di jalan, namun memeluk erat saat
tiba. Ia membuat kesal karena macet, lalu membalasnya dengan ketenangan yang
membuat hati ingin kembali lagi.
Anehnya, setiap tahun kisah ini terulang.
Keindahan itu begitu memikat, hingga
menggetarkan kalbu penyanyi Pop Sunda legendaris Doel Sumbang. Dari sanalah
lahir tembang abadi "Sisi Laut Pangandaran", sebuah puisi nada yang
merawat rindu.
Ini bukan sekadar liburan.
Ini adalah pulang. Pulang pada laut, pulang
pada kenangan, pulang pada diri sendiri.










Komentar
Posting Komentar