Siswi SMK PGRI 31 Legok, tapilkan design motif Batik Khas Tangerang dalam ajang bergengsi Pameran Produk UMKM

 


#dapurseniibnusinachannel

#dsiproduction

UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Karena itulah bangsa Indonesia merayakan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional, dengan cara mengenakan busana batik.

Indonesia memang sangat kaya dengan motif batik, di antaranya motif khas Kabupaten Tangerang. Motif batik khas Tangerang sungguh unik, kental dengan perpaduan budaya Sunda, Betawi, dan Cina yang terekam dalam aneka kisah dan diabadikan dalam lukisan dekoratif nan artistik. Siapa pun yang membuatnya, motif-motif batik Tangerang selalu menyimpan cerita. Apa kisah di balik motik-motif batik cantik itu?

SMK PGRI 31 Legok, telah lama melestarikan dan mengembangkan motof batik Kabupaten Tangerang. Bahkan membatik, merupakan salah satu keterampilan yang diberikan kepada siwa siswinya.

Pusat pengembangan UKM Gerai Tangerang Gemilang (GTG) berupaya mendorong popularitas batik khas Kabupaten Tangerang yang memiliki dua motif unik yakni gerbang wareng dan kacang ke publik yang lebih luas.

Kedua motif batik tersebut memiliki warna dengan nuansa gelap dan motif diagonal serta memiliki filosofi yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat yang menetap di Kabupaten Tangerang.

 Istilah wareng berarti galak dan biasanya disematkan pada ayam jantan. Ayam wareng atau ayam galak juga menjadi bagian dari Kabupaten Tangerang yang dulunya suka mengadu ayam maka muncullah motif gerbang wareng.

Kacang yang merupakan tanaman yang kerap kali ditemui pada tiap halaman rumah warga di Kabupaten Tangerang yang kebetulan memiliki jenis tanah yang gembur, sehingga motif kacang menjadi ciri khas.

Presiden Direktur Koperasi Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI) sebagai operator GTG, Kamaruddin Batubara mengatakan, pihaknya sebagai pusat pengembangan industri kecil mikro dan menengah mengadakan kegiatan “Brand Ambassador” berbasis masyarakat untuk mempopulerkan batik khas Kabupaten Tangerang.

Kabupaten Tangerang memiliki dua batik khas yang belum banyak dikenal luas padahal motif dan coraknya sangat unik yakni gerbang wareng dan kacang.

 Untuk mempopulerkan batik khas Kabupaten Tangerang tersebut, pihaknya menerapkan konsep mengajak masyarakat dari 5 tingkatan umur untuk mengenakan batik motif gerbang wareng. Masyarakat yang terbagi pada kelas TK, SD, SLTP, SLTA, dan umum diajak untuk membeli bahan batik dengan motif gerbang wareng di GTG.

 

Ia mengatakan, bahan batik tersebut dijahit dengan model dan pola sesuai dengan kreativitas masyarakat. Dengan pola seperti ini maka perajin batik dan penjahit akan mendapatkan peluang pemberdayaan.

 

Pakaian batik yang sudah dibuat lalu dipakai dan difoto dengan lokasi foto Gerai Tangerang Gemilang (GTG), untuk kemudian dishare dan tag ke akun instagram @geraitangerang. Pemenang kontes ajang Brand Ambassador ini adalah mereka yang mendapat jumlah like terbanyak dan beberapa penilaiain partisipasi pengelola GTG.

 

Salah satunya didisain dan diproduksi di Kampung Bantik Kemuning, berada di Desa Kemuning Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang. Padepokan Seni Budaya ini diasuh oleh sang tokoh yang juga penulis film yang hingga kini tayang di televisi swasta. Beliau sangat konsen untuk memajukan masyarakat sekitar, diantaranya dilibatkan dalam seni membatik. Beberapa karya batiknya sudah mendapat hak paten dan menjadi brand Batik Khas Kabupaten Tangerang




Komentar